banner 728x250
Bitung  

Sulut Ekspor Perdana Produk Unggulan Dengan Kapal Kargo SITC

banner 120x600
banner 468x60

BITUNG,DIGITALBERITA.COM Pelayaran perdana kapal kargo SITC Container Line MV. SITC Batangas Voy.2403 N dari pelabuhan peti kemas Bitung siap membuka akses pintu gerbang ekspor Sulut ke pasar Asia.

Langkah tersebut merupakan perwujudan dari mimpi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) guna menjadikan Bitung sebagai Hub port.

banner 325x300

Sulut telah membuka jalur Direct Call atau pelayaran langsung ekspor dari pelabuhan Bitung, sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia ke berbagai kota pelabuhan di China, Jepang dan Korsel serta Manila dan Davao di Filipina.

Sejumlah komoditas pertanian dan perikanan unggulan Sulawesi Utara (Sulut) yang telah melewati proses karantina siap diekspor ke beberapa negara di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok.

Komoditas pertanian dan perikanan yang diekspor, antara lain 3 kontainer santan beku (78,12 ton), 1 kontainer tepung kelapa (26,26 ton), 2 kontainer ikan asap kering (48 ton), dan 1 kontainer produk perikanan lainnya (25,45 ton).

Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw di damping Walikota Bitung Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Hengky Honandar, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh instansi terkait sehingga terwujud ekspor komoditas pertanian dan perikanan melalui pelayaran langsung (direct call) ini.

Ia berharap dengan adanya Bitung sebagai gerbang ekspor dunia, ke depannya ekspor produk-produk hewan, ikan dan tumbuhan lainnya semakin menggeliat dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Sulut.

“Ini betul-betul terobosan luar biasa. Kita semua yang ada disini jadi saksi sejarah bahwa pada tanggal 8 Februari 2024, dua hari sebelum tahun baru China kita mengumpulkan waktu serta membuat langkah besar buat Republik Indonesia ini termasuk Sulawesi Utara. Bukan hanya ekspor udara ke jepang yang dilalui, kali ini kita melahirkan jalur transportasi laut yang langsung menuju ke dataran Asia-Timur seperti China, Jepang, Korea, Hong Kong, Taiwan, dan Philipina. Kita telah memberikan terobosan sebagai langkah Sulawesi Utara menuju pintu gerbang menuju Asia-Pasifik” tulis Kandouw dalam akun medsosnya.

 

Pelepasan ekspor perdana ini ditandai dengan pengguntingan pita Oleh Wakil Gubernur, Duta Besar Ri untuk RRT dan Wali Kota Bitung. Dan ini menjadi peristiwa bersejarah yang mencerminkan visi dan misi pemerintah Provinsi untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang ekonomi indonesia timur yang dinamis dan berdaya saing di tingkat internasional.

Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Utara yang diwakili oleh Ketua Tim Karantina Tumbuhan, Dwi Rachmanto dan Ketua Tim Karantina Ikan, Steven Manoppo serta pejabat karantina lainnya menyerahkan sertifikat karantina.

Pihak Karantina memastikan dan penjamin produk tumbuhan dan ikan yang diekspor dalam kondisi sehat serta bebas penyakit sehingga aman untuk berlayar ke negara tujuan.

Kepala Karantina Sulawesi Utara, I Wayan Karta Negara menyatakan, bahwa keberadaan Institusi Karantina saat ini dalam kelembagaan yang baru (Badan Karantina Indonesia) diharapkan dapat menjadi Tools Pergagangan dunia, dengan memastikan keterimaan produk pertanian dan perikanan Indonesia khususnya Sulut, sesuai dengan persyaratan standar yang telah ditetapkan sehingga dapat diterima tanpa adanya hambatan dan penolakan di negara tujuan.

Wayan juga menambahkan peran giat ekspor ini sangat mendukung pendapatan devisa negara dari Provinsi Sulawesi Utara. Selanjutnya pihak karantina menyatakan siap mengawal produk-produk ekspor dapat memenuhi standar yang dipersyaratkan negara tujuan.

“Kita perlu bekerja sama dalam kesuksesan ekspor produk pertanian dan perikanan ini. Karantina akan ambil peran dalam membantu pemenuhan standar persyaratan yang ditetapkan negara tujuan sekaligus mengawal jaminan kelayakan dan keamanan produk bebas penyakit. Selanjutnya para eksportir diharapkan dapat kualitas komoditasnya baik hewan, ikan dan tumbuhan serta produknya untuk kelancaran ekspor dan keberterimaannya oleh negara tujuan,” tambah Wayan.

Turut hadir pada acara peresmian tersebut, Duta Besar (Dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Djauhari Oratmangun, yang juga memberikan dukungan dan harapannya kepada Pemprov.Red/DB

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *